DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

Pemerintah Kabupaten Mukomuko

Tingkatkan Inovasi Pelayanan, Dukcapil Solok Sambangi Dukcapil Mukomuko

Tingkatkan Inovasi Pelayanan, Dukcapil Solok Sambangi Dukcapil Mukomuko

Tingkatkan Inovasi Pelayanan, Dukcapil Solok Sambangi Dukcapil Mukomuko DISDUKCAPIL Mukomuko- Dalam meningkatkan inovasi pelayanan yang semakin baik, kemarin Dukcapil Kabupaten Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat menyambangi Dukcapil Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan ...

MONEV KADIS DUKCAPIL PROV. BENGKULU KUNJUNGI DISDUKCAPIL KAB. MUKOMUKO

MONEV KADIS DUKCAPIL PROV. BENGKULU KUNJUNGI DISDUKCAPIL KAB. MUKOMUKO

Kamis, 02 Juli 2020 Pukul 08.30 WIB Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bengkulu Bapak Muhammad Ikhwan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap layanan administrasi kependudukan (adminduk) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten ...

PENCETAKAN DOKUMEN ADMINDUK BERDASARKAN PERMENDAGRI NOMOR 109 TAHUN 2019

PENCETAKAN DOKUMEN ADMINDUK BERDASARKAN PERMENDAGRI NOMOR 109 TAHUN 2019

PENCETAKAN DOKUMEN ADMINDUKMulai 01 Juli 2020 berdasarkan PERMENDAGRI Nomor : 109 Tahun 2019, seluruh dokumen ADMINDUK dicetak menggunakan "kertas HVS A4 80 gram berwarna putih", dengan tanda tangan mengguna barcode. Kelebihan dari dokumen ADMINDUK ...

PERUBAHAN SISTEM LAYANAN KUWAU PADEK

PERUBAHAN SISTEM LAYANAN KUWAU PADEK

Diberitahukan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko, layanan Kuwau Padek dimulai pada hari ini akan melakukan perubahan sistem pada layanan upload dokumen persyaratan.Mohon dibaca, dipahami dan dipelajari dengan seksama agar tidak ada pertanyaan berulang :Masyarakat ...

Kartu Identitas Anak (KIA)

Kartu Identitas Anak (KIA)

Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi anak yang berusia di bawah 17 tahun dan fungsinya mirip dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki oleh orang dewasa. KIA ini merupakan produk Kementerian Dalam Negeri ...

Daftar Aset dan Inventaris 2019

Diperbarui 17 September 2020 14:43 WIB

Inventarisasi berasal dari kata “inventaris” yang memiliki arti daftar barang. Sedangkan pengertian inventarisasi menurut KBBI adalah proses pencatatan atau pendaftaran barang milik perusahaan yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Inventarisasi aset merupakan serangkaian proses pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, serta mendokumentasikan aset dimana aset tersebut berfungsi sebagai modal, kekayaan, serta alat penunjang aktifitas perusahaan. Inventarisasi aset membutuhkan waktu yang cukup lama jika pencatatan yang dimiliki tidak sesuai dengan keadaan fixed asset dilapangan. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan sulit mencocokan data fixed asset dengan keseluruhan aset yang dimiliki perusahaan.

Kegiatan inventarisasi aset merupakan kegiatan yang wajib dilakukan apalagi jika perusahaan ingin mencari investor. Lalu apa saja aset yang perlu diinventarisasi?

Berdasarkan Buku Manajemen Aset Pariwisata (A Gima Sugiama, 2013:24) aset yang perlu diinventarisasi berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

  1. Tangible Asset (Aset Berwujud)
    Tangible Asset adalah kekayaan yang dimanifestasikan secara fisik dengan menggunakan panca indera. Contoh:
    a. Tanah atau Lahan
    Lahan adalah tanah yang sudah ada peruntukannya dan biasanya dimiliki serta dimanfaatkan oleh perorangan atau organisasi.
    b. Bangunan
    Bangunan adalah wujud fisik biasanya berupa rumah, gedung atau sarana, prasarana serta infrastruktur.
    c. Peralatan Pabrik/Kantor
    Peralatan adalah barang yang digunakan dan dipakai suatu instansi atau lembaga dalam jangka waktu tertentu.
    d. Persediaan Barang
    Persediaan barang merupakan aktiva perusahaan yang penting baik perusahaan bidangmanufaktur atau perdagangan. Hampir sebagian dana perusahaan tertanam dalam persediaan yaitu untuk mebel dan bahan bangunan lainnya.
  2. Intangible Asset (Aset Tidak Berwujud)
    Intangible asset adalah kekayaan yang manifestasinya tidak mempunyai bentuk fisik namun dapat memberikan manfaat serta memiliki nilai tertentu secara ekonomi. Contoh:
    a. Hak Cipta
    b. Hak Paten
    c. Goodwill
    d. Hak Merek Dagang
    e. Hak Atas Usaha Waralaba

Lalu bagaimana proses inventarisasi aset itu sendiri? Tahapan inventarisasi aset secara garis besar adalah sebagai berikut:

  • Mempersiapkan Data Aset
    Dalam tahap ini, perusahaan harus mengumpulkan data pencatatan aset yang terakhir atau data yang menjadi acuan dalam melakukan inventarisasi aset yang selanjutnya data-data tersebut di kelompokan berdasarkan lokasi.
  • Eksekusi Aset
    Jika tahap persiapan sudah lengkap dan selesai selanjutnya adalah eksekusi aset. Proses ini merupakan kegiatan yang memerlukan waktu yang cuckup lama jika perusahaan memiliki aset yang cukup banyak.
  • Rekonsili Data
    Jika semua aset selesai di inventarisasi, maka anda sudah memiliki update data mengenai aset-aset yang dimiliki perusahaan. Setelah semua tahapan ini beres, perusahaan telah memiliki laporan terkini aset perusahaan

Jika perusahaan melakukan kegiatan inventarisasi aset secara rutin, perusahaan akan memiliki pencatatan data aset yang akurat baik terhadap fisik aset yang dibeli, digunakan, dan lokasi aset-aset tersebut. Manfaat lain yang didapat dari proses inventarisasi aset adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai acuan menghitung kekayaan perusahaan dan penyaluran aset.
  2. Acuan menentukan kondisi barang sebagai dasar penetapan penghapusan atau disposal
  3. Dapat menghemat keuangan perusahaan. karena jika proses inventarisasi dilakukan dengan benar akan menghasilkan data yang akurat dan dapat meminimalisir pembelian aset yang tidak perlu.
  4. Sebagai salah satu proses pengamanan aset.

Kepala SKPD

Foto Kepala SKPD

Bupati

EVI BUSMANJA, M.Si

PLT KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

Pencarian

Temukan Yang Anda Cari

Layanan Online

Bantuan Secara Online

Web Statistik

Jumlah Pengunjung Website

Hari ini :   243  Pengunjung
Bulan ini :   6178  Pengunjung
Tahun ini :   66474  Pengunjung
Total :   99280  Pengunjung